7 Perawatan Rambut Pemicu Kerontokan yang Wajib Diwaspadai
Rambut rontok dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beberapa perawatan rambut yang sering dilakukan. Mengidentifikasi pemicu kerontokan dari rutinitas perawatan penting untuk menjaga kesehatan mahkota kepala.
Sekitar 50 hingga 100 helai rambut rontok setiap hari merupakan hal normal bagi banyak orang, baik pria maupun wanita.
Namun, kerontokan berlebihan hingga menyebabkan penipisan atau kebotakan dapat menimbulkan kekhawatiran.
Selain faktor genetik, hormonal, dan kondisi medis, beberapa jenis perawatan rambut populer justru dapat menjadi pemicu utama kerontokan rambut.
Penting untuk memahami perawatan apa saja yang berisiko agar tindakan pencegahan tepat dapat dilakukan.
1. Pelurusan Rambut Kimia
Perawatan ini menggunakan bahan kimia keras, seperti formaldehida pada beberapa jenis keratin treatment, untuk mengubah struktur alami rambut.
Bahan kimia tersebut menembus batang rambut dan merusak ikatan protein alami. Rambut menjadi rapuh, kering, serta kehilangan kilau alaminya.
Proses ini juga berisiko menyebabkan iritasi kulit kepala, peradangan, dan kerontokan rambut signifikan akibat kerusakan folikel.
2. Bleaching Rambut
Proses bleaching melibatkan penggunaan bahan kimia kuat seperti hidrogen peroksida dan amonia untuk menghilangkan pigmen alami rambut.
Bahan kimia ini abrasif dan dapat merusak kutikula (lapisan terluar) rambut. Rambut menjadi keropos, kering, rapuh, dan kurang elastis. Kerusakan ini meningkatkan risiko rambut patah dan rontok.
Bleaching juga dapat menyebabkan iritasi kulit kepala dan memicu kebotakan dini.
3. Pewarnaan Rambut
Menggunakan cat rambut yang mengandung bahan kimia seperti amonia, hidrogen peroksida, dan para-phenylenediamine (PPD) dapat mengubah warna rambut. Amonia membuka kutikula rambut, memungkinkan pewarna masuk dan mengubah pigmen.
Proses ini dapat membuat rambut kering, rapuh, mudah patah, dan kehilangan kelembapan alami. Bahan kimia juga berpotensi menyebabkan iritasi kulit kepala atau reaksi alergi.
4. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan
Menggunakan alat-alat seperti hair dryer, catokan (flat iron), atau pengeriting rambut dengan suhu tinggi secara rutin dapat merusak rambut. Paparan panas berlebihan secara terus-menerus menghilangkan kelembapan alami rambut.
Lapisan batang rambut rusak, membuat rambut kering, kasar, kusam, rapuh, serta mudah bercabang.
Panas juga memperlemah akar rambut dan merusak folikel, yang pada akhirnya menyebabkan rambut rontok dan menipis.
5. Gaya Rambut yang Terlalu Ketat
Mengikat rambut terlalu kencang dalam waktu lama, seperti kuncir kuda, kepang rapat, atau sanggul, dapat menyebabkan masalah. Tarikan konstan dan kuat pada folikel rambut memicu traction alopecia. Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut mengalami tekanan berlebihan dan rusak, sehingga rambut di area yang sering ditarik rontok dan pertumbuhannya terhambat. Selain itu, mengikat rambut terlalu kencang juga dapat memicu sakit kepala.
6. Sering Gonta-ganti Produk Sampo dan Perawatan Rambut
Menggunakan berbagai merek atau jenis sampo dan produk perawatan rambut secara bergantian dalam waktu singkat dapat berdampak negatif. Rambut terpapar berbagai macam bahan kimia yang berbeda.
Bahan-bahan kimia ini terserap ke dalam rambut dan kulit kepala, berpotensi mengganggu keseimbangan alami kulit kepala, membuat rambut semakin menipis, dan lebih mudah rontok.
7. Menyisir Rambut Terlalu Kasar, Terutama Saat Basah
Menyisir atau menggosok rambut dengan handuk secara agresif setelah keramas perlu dihindari. Rambut basah berada dalam kondisi paling rentan dan elastis.
Menyisir atau menggosoknya terlalu kasar menyebabkan gesekan berlebihan, merusak kutikula, dan memicu rambut patah atau rontok dari akarnya.
Penyebab Lain Rambut Rontok
Kerontokan rambut tidak hanya dipicu oleh perawatan tertentu. Faktor genetik seperti alopecia androgenetik menjadi penyebab paling umum.
Perubahan hormonal selama kehamilan, persalinan, menopause, atau gangguan tiroid juga dapat memicu kerontokan.
Kekurangan nutrisi seperti zat besi, protein, vitamin D, dan vitamin B kompleks juga dapat menghambat pertumbuhan rambut.
Stres fisik dan emosional kronis bisa menyebabkan rambut memasuki fase istirahat lebih awal dan rontok lebih banyak.
Beberapa kondisi medis seperti penyakit autoimun atau infeksi kulit kepala, serta efek samping obat-obatan tertentu, juga berkontribusi pada masalah ini.
Langkah Pencegahan dan Solusi
Pola hidup sehat merupakan kunci untuk mencegah kerontokan rambut. Konsumsi makanan bergizi seimbang, cukupi asupan protein, vitamin, dan mineral.
Mengelola stres dengan baik dan rutin berolahraga juga membantu.
Lakukan perawatan rambut yang lembut; hindari menyisir terlalu kasar, terutama saat basah. Keringkan rambut dengan handuk lembut atau diangin-anginkan daripada menggunakan hair dryer berlebihan.
Batasi frekuensi perawatan kimia seperti smoothing, bleaching, dan pewarnaan rambut. Jika harus, gunakan produk berkualitas dan lakukan perawatan pra-dan pasca-kimia intensif.
Pilih sampo dan kondisioner yang sesuai dengan jenis rambut dan masalah kerontokan. Pertimbangkan penggunaan masker rambut alami atau minyak rambut seperti lidah buaya, minyak kelapa, atau minyak zaitun.
Hindari gaya rambut ketat dan berikan jeda agar folikel rambut tidak terus-menerus tertarik.
Jika kerontokan rambut parah dan tidak membaik, konsultasikan dengan dokter atau dermatologis untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Memiliki rambut sehat dan kuat adalah dambaan banyak orang. Keinginan untuk tampil menarik melalui berbagai perawatan rambut modern seringkali membawa risiko kerontokan.
Dengan memahami perawatan rambut apa saja yang berpotensi merusak, kamu dapat membuat pilihan yang lebih bijak.
Mengadopsi kebiasaan perawatan rambut yang lembut, menjaga nutrisi, dan menerapkan gaya hidup sehat adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan rambut dan mencegah kerontokan berlebihan.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: sunsilk.co.id, alodokter.com, kompasiana.com, tempo.co, kontan.co.id, hellosehat.com, halodoc.com, lombokbaratkab.go.id.
