Senin, 14 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

3 Jenis Rambut Rusak yang Perlu Kamu Ketahui dan Cara Mengatasinya

✍️ Dewi 🕒 14 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
patah dan rapuh
patah dan rapuh Foto: cnfstore.com

3 jenis rambut rusak umum sering dialami banyak orang, menyebabkan rambut kehilangan kelembapan, elastisitas, dan kekuatan alaminya.

Kondisi ini membuat rambut tampak kusam, bercabang, mudah patah, dan sulit diatur. Berbagai faktor dapat memicu kerusakan ini, mulai dari lingkungan, kebiasaan perawatan, hingga masalah kesehatan tertentu.

Mengenali jenis kerusakan rambut dan penyebabnya adalah langkah penting untuk mengembalikan kesehatan serta keindahannya.

1. Rambut Kering dan Kusam

Rambut kering dan kusam kehilangan kilau alami, tampak suram, kasar, serta mudah kusut.

Permukaan rambut tidak memantulkan cahaya secara optimal, sering terasa seperti jerami, sulit diatur, dan bisa terlihat lepek atau mengembang tak beraturan.

Kondisi ini umumnya terjadi karena rambut kekurangan kelembapan alami, yang menjadikannya rapuh dan tidak sehat.

Salah satu penyebab utama rambut kering dan kusam adalah kurangnya minyak alami atau sebum yang berfungsi menjaga kelembapan rambut.

Paparan panas berlebih dari alat styling seperti catokan atau hair dryer secara rutin juga merusak protein alami dan menghilangkan kelembapan rambut.

Penggunaan bahan kimia dalam pewarnaan, pelurusan, atau pengeritingan dapat mengikis kelembapan alami dan merusak struktur rambut.

Faktor lingkungan seperti sinar ultraviolet (UV) dari matahari dan polusi dapat merusak struktur rambut, membuatnya kusam.

Kebiasaan keramas terlalu sering atau menggunakan air panas juga dapat menghilangkan minyak alami pelindung rambut.

Selain itu, produk perawatan yang tidak sesuai, seperti sampo atau kondisioner dengan alkohol dan sulfat, serta kekurangan nutrisi dan cara mengeringkan rambut yang salah, turut berkontribusi pada masalah ini.

Untuk mengatasi rambut kering dan kusam, gunakan sampo serta kondisioner khusus rambut kering atau rusak yang bebas sulfat dan mengandung pelembap seperti argan oil, keratin, aloe vera, atau minyak kelapa.

Rutin memakai masker rambut satu hingga dua kali seminggu atau mengoleskan minyak alami seperti minyak kelapa, minyak zaitun, atau minyak argan dianjurkan.

Batasi penggunaan alat styling panas dan selalu aplikasikan produk pelindung panas sebelumnya.

Lindungi rambut dari sinar matahari langsung dan polusi dengan topi atau scarf, serta gunakan produk rambut ber-SPF. Keringkan rambut dengan menepuk lembut menggunakan handuk, bukan menggosok kasar.

Hindari keramas terlalu sering dan gunakan air dingin atau suhu ruang, serta jaga pola makan seimbang dengan asupan protein, vitamin, mineral, dan cukup minum air putih.

2. Rambut Bercabang

Rambut bercabang memiliki ciri ujung rambut yang terlihat terbelah menjadi dua atau lebih, atau tampak menipis di bagian ujung.

Kondisi ini menunjukkan kerusakan pada lapisan pelindung rambut (kutikula), yang membuatnya rentan terhadap kerusakan lebih lanjut.

Rambut bercabang seringkali menjadi indikasi bahwa rambut membutuhkan perawatan ekstra dan pemotongan rutin.

Penyebab umum rambut bercabang meliputi proses kimiawi berulang seperti pewarnaan, pelurusan, bleaching, atau pengeritingan yang membuat batang rambut rapuh.

Paparan panas berlebih dari alat styling juga merusak kutikula, menyebabkan ujung rambut mudah terbelah. Sinar UV dari matahari dapat merusak struktur protein rambut, menjadikannya kering dan bercabang.

Kebiasaan menyisir rambut terlalu sering atau kasar, terutama saat rambut basah, dapat menyebabkan rambut patah dan bercabang.

Jarang memotong ujung rambut yang rusak secara teratur juga memperparah kondisi ini.

Kekurangan nutrisi penting untuk kesehatan rambut dan kebiasaan keramas yang terlalu sering atau jarang turut memicu rambut bercabang.

Untuk mengatasi rambut bercabang, menggunting ujung rambut secara rutin setiap enam hingga delapan minggu sekali penting untuk menghilangkan bagian yang rusak dan merangsang pertumbuhan rambut sehat.

Gunakan kondisioner setelah keramas dan aplikasikan masker rambut setidaknya seminggu sekali untuk menambah kelembapan.

Batasi penggunaan alat styling panas dan hindari perawatan kimia berulang dengan memberi jeda antar perawatan.

Lindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan kebutuhan nutrisi rambut tercukupi melalui pola makan sehat.

Sisir rambut secara perlahan dengan sisir bergigi jarang, terutama saat rambut masih basah, untuk mencegah kerusakan.

3. Rambut Patah dan Rapuh

Rambut patah dan rapuh ditandai dengan rambut yang mudah patah, terasa rapuh, menipis, serta kehilangan elastisitas dan kekuatan alaminya.

Kondisi ini seringkali disebabkan oleh kerusakan serius pada struktur protein rambut, membuatnya rentan terhadap tekanan fisik maupun kimiawi. Rambut yang rapuh memerlukan perhatian khusus untuk mengembalikan kekuatannya.

Penyebab utama rambut patah dan rapuh adalah paparan panas berlebih dari alat styling secara rutin. Penggunaan alat-alat ini merusak protein alami rambut, membuatnya kering, rapuh, dan mudah patah.

Proses kimiawi yang agresif seperti pewarnaan, bleaching, atau pelurusan rambut juga dapat melemahkan struktur rambut secara signifikan.

Kebiasaan menyisir rambut kasar, mengikat rambut terlalu kencang, atau menggosok rambut basah dengan handuk dapat menyebabkan stres fisik pada rambut sehingga mudah patah.

Kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan vitamin, serta kondisi kesehatan tertentu, juga bisa memengaruhi kekuatan rambut. Paparan sinar UV dan polusi turut berkontribusi pada kerapuhan rambut.

Untuk mengatasi rambut patah dan rapuh, batasi penggunaan alat styling panas dan selalu gunakan produk pelindung panas. Hindari perawatan kimiawi berulang dan berikan jeda yang cukup antar perawatan.

Gunakan sisir bergigi jarang dan sisir rambut secara perlahan, terutama saat basah, serta hindari mengikat rambut terlalu kencang.

Manfaatkan masker rambut atau kondisioner dalam secara rutin untuk memperkuat dan melembapkan rambut. Pastikan asupan nutrisi seimbang, terutama protein, zat besi, dan vitamin, melalui pola makan sehat.

Lindungi rambut dari paparan sinar matahari dan polusi, serta konsultasikan dengan ahli rambut jika masalah terus berlanjut.

Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional perawatan rambut atau dokter kulit agar kondisi rambut kamu dapat diperiksa secara menyeluruh.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, loreal-paris.co.id, sunsilk.co.id, dove.com, popmama.com, themensclinic.co.id, halodoc.com, femaledaily.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update