Kamis, 01 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

Rambut Mudah Patah Saat Disisir? Cek Penyebab Nutrisi Terhambat dan Cara Menutrisinya

✍️ Dewi 🕒 25 Sep 2026 👁️ 2x dibaca
Rambut Mudah Patah Saat Disisir
Rambut Mudah Patah Saat Disisir Foto: dove.com

Pernahkah kamu mendapati helaian rambut menumpuk di sisir atau bahkan patah di bagian tengah saat sedang menyisir? Rambut rapuh dan mudah patah sering kali dianggap sebagai masalah luar semata, seperti akibat tidak cocok dengan sampo tertentu atau kesalahan teknik menyisir. Padahal, dalam banyak kasus, rambut patah merupakan penanda utama bahwa folikel rambut sedang mengalami "kelaparan" akibat alur nutrisi yang terhambat dari dalam tubuh.

Rambut membutuhkan pasokan gizi yang konstan untuk mempertahankan kekuatan elastisitasnya. Ketika suplai nutrisi terganggu, struktur protein di dalam batang rambut akan merapuh dan kehilangan fleksibilitas alamiahnya, sehingga rambut sangat rentan patah bahkan hanya karena dorongan ringan dari sisir.

Mengapa Nutrisi Rambut Bisa Terhambat?

Batang rambut tersusun atas protein bernama keratin. Agar folikel mampu memproduksi keratin yang kuat, tubuh memerlukan asupan vitamin, mineral, dan aliran darah yang lancar. Berikut adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan nutrisi gagal menjangkau dan menutrisi rambut kamu secara optimal:

  1. Sirkulasi Darah Kepala yang Kurang Lancar Nutrisi diangkut ke folikel rambut melalui pembuluh darah kecil di kulit kepala. Kurangnya aktivitas fisik, stres tinggi yang memicu penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi), hingga kebiasaan jarang memijat kulit kepala dapat menurunkan efisiensi penyaluran gizi ke akar rambut.

  2. Pola Makan Rendah Protein dan Mikronutrien Diet ekstrem atau pola makan yang kurang seimbang sering kali memangkas asupan protein, zat besi, zink, serta vitamin penting seperti Biotin (Vitamin B7). Ketika tubuh kekurangan gizi, organ vital akan diprioritaskan, sementara organ non-vital seperti folikel rambut akan menjadi yang terakhir menerima sisa nutrisi.

  3. Penumpukan Residu pada Kulit Kepala (Scalp Buildup) Penyumbatan pori-pori kulit kepala akibat minyak berlebih, sel kulit mati, dan sisa produk penata rambut (styling product) yang tidak terbilas bersih dapat menghalangi penyerapan produk nutrisi topikal. Kondisi ini juga memicu peradangan ringan yang mengganggu kesehatan akar rambut.

  4. Kerusakan Kutikula Akibat Paparan Kimia dan Panas Meski nutrisi dari dalam terpenuhi, pelindung luar rambut (kutikula) yang rusak akibat penggunaan pelurus rambut, pengering bersuhu tinggi, atau pewarna kimia akan membuat kelembapan dan nutrisi di dalam batang rambut menguap dengan cepat.

Langkah Efektif Menutrisi Rambut dari Dalam dan Luar

Mengatasi rambut patah memerlukan pendekatan holistik yang memadukan perawatan dari dalam tubuh serta perlindungan mekanis dari luar.

  • Optimalkan Asupan Gizi Harian Tingkatkan konsumsi makanan kaya protein berkualitas tinggi seperti telur, ikan, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak. Jangan lupa mencukupi zat besi dan zink dari sayuran hijau gelap untuk menunjang regenerasi sel rambut.

  • Lakukan Pijat Kulit Kepala Rutin Luangkan waktu 3 hingga 5 menit setiap hari untuk memijat kulit kepala secara perlahan menggunakan ujung jari. Langkah sederhana ini secara efektif meningkatkan sirkulasi darah lokal sehingga pembagian nutrisi berjalan lebih maksimal.

  • Gunakan Minyak Alami dan Serum Penutrisi Manfaatkan minyak alami seperti argan oil, minyak kelapa, atau almond oil sebagai perawatan sebelum keramas (pre-poo) atau sebagai leave-in serum. Minyak ini membantu mengunci kelembapan dan melapisi kutikula rambut agar tidak mudah tergesek sisir.

  • Pilih Alat Menyisir yang Tepat Gunakan sisir bergigi jarang (wide-tooth comb) atau detangling brush dengan bulu yang fleksibel. Selalu sisir rambut mulai dari bagian ujung bawah terlebih dahulu untuk mengurai kekusutan, lalu perlahan bergerak naik ke arah akar.

Tips Tambahan Perawatan Rambut Bebas Rontok & Patah

  • Jangan pernah menyisir rambut saat dalam kondisi sangat basah, karena serat rambut berada pada titik paling lemah dan paling elastis hingga mudah putus.

  • Kurangi frekuensi penggunaan alat penata panas (hair dryer, catokan) dan selalu gunakan heat protectant sebelum melakukan styling.

  • Kenakan pelindung kepala atau semprotkan pelindung UV saat beraktivitas di bawah terik matahari secara langsung dalam waktu lama.

  • Gunakan sarung bantal berbahan sutra atau satin untuk meminimalkan gesekan kasar pada rambut saat tidur di malam hari.

Kesimpulan

Rambut yang mudah patah saat disisir merupakan sinyal nyata bahwa struktur rambut sedang melemah akibat terhambatnya asupan nutrisi. Memperbaiki kondisi ini tidak cukup hanya dengan berganti sampo, melainkan harus memperbaiki sirkulasi darah kulit kepala, mencukupi gizi harian, serta menerapkan teknik menyisir yang lembut. Dengan perawatan terpadu dari dalam dan luar secara konsisten, kekuatan serta elastisitas alami rambut akan kembali pulih.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update