Sabtu, 12 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

7 Jenis Rambut Bercabang yang Wajib Kamu Pahami

✍️ Dewi 🕒 12 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
bercabang2
bercabang2 Foto: orami.co.id

7 jenis rambut bercabang dapat diidentifikasi berdasarkan bentuk dan tingkat kerusakannya. Kondisi rambut bercabang, atau dikenal secara medis sebagai trichoptilosis, merupakan tanda rambut yang kering, rapuh, dan berjumbai.

Ini menunjukkan adanya kerusakan pada struktur helai rambut yang bisa dialami siapa saja, terutama bagi pemilik rambut panjang atau yang sering melakukan penataan rambut dengan produk kimiawi.

Ujung rambut adalah bagian paling tua dan rapuh, menjadikannya rentan terhadap kerusakan.

Memahami berbagai jenis rambut bercabang penting untuk menentukan perawatan yang tepat. Setiap bentuk percabangan mencerminkan tingkat kerusakan yang berbeda pada helai rambut.

1. Classic Split Ends / Y-Split / Rambut Bercabang Standar

Ujung rambut terbelah menjadi dua bagian, menyerupai bentuk huruf “Y” atau ekor ikan. Ini adalah jenis rambut bercabang yang paling sering ditemui dan menjadi indikator awal kerusakan.

Percabangan ini terjadi ketika lapisan korteks rambut pada dasarnya masih bersatu, namun bagian ujungnya sudah mulai terpisah, menandakan rambut aus akibat gesekan atau penataan berlebihan.

2. Partial Split / Incomplete Split Ends / Cabang di Tengah

Helai rambut melemah pada titik tertentu namun belum sepenuhnya terbelah, seringkali menyerupai lubang jarum. Jenis percabangan ini lebih sulit untuk diperiksa karena tidak langsung terlihat di ujung rambut.

Kondisi ini dapat dipulihkan atau dicegah agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah jika ditangani sejak dini.

3. Tree Split / Feathered Split Ends / Rambut Bercabang Seperti Pohon

Ujung rambut terbelah menjadi beberapa cabang kecil yang menyerupai dahan pohon atau bulu.

Kondisi ini menunjukkan kerusakan parah pada rambut, di mana kutikula rambut tidak mampu lagi menyatukan helai rambut.

Rambut dengan percabangan jenis ini membutuhkan penanganan dan perawatan lanjutan yang intensif.

4. Single Strand Knots / Cabang Berbentuk Simpul

Jenis percabangan ini lebih sering ditemukan pada rambut keriting alami, di mana helai rambut melengkung ke belakang dan membentuk simpul kecil.

Simpul ini menyebabkan rambut mudah kusut dan patah jika disisir secara paksa. Untuk mengidentifikasinya, kamu perlu mengambil sehelai rambut dan memeriksanya dengan cermat.

5. Taper Split Ends / Cabang Lilin / Ujung Bercabang Lancip

Ujung rambut tidak sepenuhnya terbelah, tetapi terlihat mengerucut atau semakin menipis dibandingkan bagian rambut lainnya.

Ini menandakan struktur rambut mengalami pelemahan secara perlahan akibat kekurangan nutrisi atau paparan panas dari alat penataan rambut. Jika dibiarkan, rambut akan menjadi makin rapuh dan mudah patah.

6. Rambut Bercabang Tiga (Fork in the Road)

Rambut bercabang menjadi tiga bagian, menunjukkan tingkat kerusakan yang lebih lanjut dibandingkan percabangan standar. Ini merupakan variasi dari kerusakan ujung rambut yang mengindikasikan bahwa helai rambut semakin rapuh.

Penanganan yang cepat diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada batang rambut.

7. Rambut Bercabang Empat atau Lebih

Jenis ini merupakan evolusi dari percabangan seperti pohon, di mana ujung rambut terbelah menjadi empat atau lebih helai.

Ini menandakan kerusakan ekstrem, jauh melampaui percabangan ganda atau tiga. Rambut telah kehilangan integritas strukturalnya dan rentan patah.

Banyak faktor dapat menyebabkan rambut bercabang, salah satunya adalah paparan panas berlebih dari penggunaan alat penataan rambut seperti pengering, catokan, dan pengeriting. Proses kimiawi berulang seperti pewarnaan, pelurusan, atau bleaching juga dapat merusak batang rambut. Paparan sinar matahari langsung dan polusi merusak lapisan pelindung rambut, sementara penggunaan produk rambut berbahan keras, seperti sampo dengan sulfat dan alkohol, dapat menghilangkan kelembapan alami rambut. Cara menyisir yang salah atau kasar, terutama saat rambut basah, serta penggunaan sisir bergigi rapat, dapat menyebabkan gesekan dan kerusakan. Terlalu sering atau jarang keramas, menguncir rambut terlalu kencang, dan cuaca ekstrem juga berkontribusi pada kerusakan rambut. Selain itu, kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, zinc, atau vitamin B, serta diet buruk dan kondisi kesehatan tertentu, dapat melemahkan struktur rambut dari dalam.

Satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan rambut bercabang yang sudah ada adalah dengan memotong ujung rambut secara rutin, idealnya setiap 6, 8 minggu sekali. Untuk pencegahan, gunakan kondisioner dan masker rambut secara teratur untuk menjaga kelembapan, serta batasi penggunaan alat penataan panas dan selalu aplikasikan produk pelindung panas. Menyisir rambut dengan perlahan menggunakan sisir bergigi jarang dapat mengurangi kerusakan. Hindari keramas terlalu sering, sebaiknya dua hari sekali, dan lindungi rambut dari sinar matahari dengan topi atau scarf. Mencukupi kebutuhan nutrisi rambut melalui konsumsi makanan kaya zinc, protein, zat besi, dan vitamin B juga penting. Kurangi perawatan kimiawi dan berikan jeda waktu antar perawatan, serta pilih produk perawatan rambut yang tepat seperti sampo bebas sulfat atau yang mengandung bahan alami seperti minyak argan, minyak kelapa, atau keratin.

Perawatan yang tepat dan rutin penting untuk mengatasi dan mencegah rambut bercabang, meskipun percabangan yang sudah terjadi hanya bisa diatasi dengan pemotongan.

Memahami jenis dan penyebab rambut bercabang akan membantu kamu mengambil langkah pencegahan yang paling efektif untuk menjaga kesehatan rambut.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: sunsilk.co.id, hellosehat.com, msglowid.com, alodokter.com, tempo.co, orami.co.id, parapuan.co, kontan.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update