6 Perubahan Hormonal Pemicu Ketombe yang Perlu Diketahui
Perubahan hormonal adalah pemicu utama ketombe. Artikel ini menjelaskan enam fase atau kondisi hormonal yang dapat menyebabkan ketombe, dari pubertas hingga menopause, serta solusi untuk mengatasinya.
Ketombe, kondisi kulit kepala umum yang ditandai serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan, sering disertai rasa gatal. Kondisi ini dapat mengganggu penampilan serta rasa percaya diri seseorang. Salah satu penyebab utama ketombe adalah pertumbuhan berlebih jamur Malassezia globosa, yang memakan sebum atau minyak alami kulit kepala. Produksi sebum ini dikendalikan oleh hormon, sehingga perubahan hormonal dapat memicu atau memperburuk ketombe.
Berikut adalah 6 perubahan hormonal yang dapat menyebabkan rambut berketombe:
1. Pubertas
Pada masa pubertas, tubuh mengalami peningkatan produksi hormon androgen. Hormon ini merangsang kelenjar sebaceous di kulit kepala untuk memproduksi lebih banyak sebum. Kulit kepala yang lebih berminyak menciptakan lingkungan ideal bagi jamur Malassezia globosa untuk tumbuh berlebihan. Jamur tersebut memecah sebum menjadi asam oleat, yang dapat mengiritasi kulit kepala dan mempercepat pergantian sel kulit, menyebabkan serpihan ketombe.
2. Siklus Menstruasi
Fluktuasi hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi dapat memengaruhi produksi minyak di kulit kepala. Beberapa wanita mengalami peningkatan produksi sebum menjelang atau selama menstruasi. Peningkatan minyak ini dapat membuat kulit kepala lebih lembap dan berminyak, sehingga memicu pertumbuhan jamur Malassezia dan memperburuk ketombe.
3. Kehamilan
Perubahan hormon yang signifikan selama kehamilan, terutama fluktuasi estrogen dan progesteron, dapat memengaruhi kondisi kulit kepala.
Hormon kehamilan dapat menyebabkan kelenjar minyak menjadi lebih aktif atau sebaliknya, membuat kulit kepala lebih kering.
Kelenjar minyak yang abnormal dapat meningkatkan sebum, sementara kulit kepala kering juga bisa menyebabkan pengelupasan, dan kedua kondisi ini dapat memicu atau memperburuk ketombe pada ibu hamil.
4. Menopause
Penurunan kadar hormon estrogen yang drastis selama menopause dapat memengaruhi kesehatan kulit dan rambut secara keseluruhan. Estrogen berperan dalam menjaga kelembapan kulit dan pertumbuhan rambut.
Penurunan estrogen dapat menyebabkan kulit kepala menjadi lebih kering dan rambut lebih rapuh, meskipun ketombe berminyak tidak secara langsung disebabkan oleh kondisi ini, kulit kepala kering dapat menyebabkan serpihan ketombe kering.
5. Stres dan Hormon Kortisol
Stres, baik akut maupun kronis, memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol. Kortisol yang berlebihan dapat merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak sebum, membuat kulit kepala lebih berminyak. Selain itu, stres dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, membuat kulit kepala lebih rentan terhadap pertumbuhan berlebihan jamur Malassezia.
6. Ketidakseimbangan Hormon Umum
Ketidakseimbangan hormon secara umum, yang mungkin tidak terkait dengan siklus hidup spesifik, juga dapat memengaruhi produksi sebum.
Hormon mengontrol kelenjar sebasea, dan jika terjadi ketidakseimbangan, baik karena faktor internal maupun eksternal, produksi sebum bisa meningkat atau berubah komposisinya. Kondisi ini menyediakan
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: zalora.co.id, halodoc.com, hellosehat.com, alodokter.com, klikdokter.com, kemkes.go.id, klinikpelitasehat.com, headandshoulders.co.id.
