Kamis, 01 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

5 Mitos dan Fakta Ketombe yang Perlu Kamu Ketahui

✍️ Dewi 🕒 22 Sep 2026 👁️ 4x dibaca
ketombe2
ketombe2 Foto: hellosehat.com

Pahami perbedaan mitos dan fakta seputar ketombe, identifikasi penyebab utamanya, dan temukan berbagai solusi efektif untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut.

Ketombe adalah kondisi kulit kepala umum yang ditandai serpihan kulit kering berwarna putih atau kekuningan.

Serpihan ini mudah terlihat di rambut dan sering berjatuhan ke bahu, menyebabkan rasa gatal serta iritasi.

Meskipun tidak menular atau berbahaya, ketombe dapat menurunkan rasa percaya diri. Memahami mitos dan fakta seputar ketombe, serta penyebab dan solusinya, adalah langkah penting untuk penanganan yang tepat.

5 Mitos dan Fakta Seputar Ketombe

Mitos pertama menyebutkan bahwa ketombe disebabkan kulit kepala kering.

Faktanya, kondisi ini seringkali dipicu produksi minyak berlebih di kulit kepala atau sebum, yang menjadi makanan bagi jamur Malassezia globosa.

Jamur ini berkembang biak dan mempercepat proses pengelupasan sel kulit kepala, sehingga ketombe yang sebenarnya lebih sering terkait kulit berminyak dan aktivitas jamur.

Mitos kedua yang sering dipercaya adalah ketombe itu menular.

Ini tidak benar, sebab jamur Malassezia sebagai salah satu penyebab utama ketombe, secara alami hidup di kulit kepala setiap orang dewasa.

Reaksi kulit kepala terhadap jamur ini berbeda-beda pada setiap individu, tergantung pada sensitivitas dan kondisi minyak kulit kepala mereka.

Ketiga, ada mitos bahwa kamu tidak boleh sering keramas saat berketombe.

Justru, jarang keramas dapat memperburuk ketombe karena penumpukan minyak, kotoran, dan sel kulit mati di kulit kepala menciptakan lingkungan ideal bagi jamur Malassezia berkembang biak.

Keramas secara teratur, terutama dengan sampo antiketombe, penting untuk membersihkan kulit kepala dari minyak berlebih dan sel kulit mati.

Mitos keempat mengatakan bahwa ketombe hanya menyerang rambut yang kotor atau tidak terawat. Kenyataannya, ketombe bisa menyerang siapa saja, bahkan orang yang rajin menjaga kebersihan rambutnya.

Penyebab ketombe lebih kompleks, melibatkan faktor seperti pertumbuhan jamur Malassezia, produksi minyak kulit kepala, sensitivitas terhadap produk perawatan rambut, stres, dan kondisi medis tertentu.

Terakhir, mitos kelima mengklaim bahwa menggaruk ketombe sebelum keramas itu baik.

Namun, menggaruk kulit kepala yang gatal akibat ketombe dapat memperparah iritasi, menyebabkan luka, dan bahkan membuka jalan bagi infeksi bakteri sekunder.

Sebaiknya gunakan sampo antiketombe yang diformulasikan untuk menenangkan kulit kepala dan biarkan bahan aktifnya bekerja.

Penyebab Ketombe yang Sering Terjadi

Jamur Malassezia globosa adalah penyebab paling umum.

Jamur ini hidup di kulit kepala dan memakan minyak atau sebum, menghasilkan asam oleat yang dapat mengiritasi kulit kepala pada orang yang sensitif, memicu pengelupasan sel kulit lebih cepat.

Kulit kepala berminyak yang teriritasi atau dermatitis seboroik juga menyebabkan kulit kepala menjadi merah, berminyak, dan bersisik. Minyak berlebih ini menjadi makanan bagi jamur Malassezia.

Meskipun bukan penyebab utama ketombe yang disebabkan jamur, kulit kepala kering dapat menyebabkan serpihan kecil dan gatal, terutama di musim dingin.

Sensitivitas terhadap produk perawatan rambut juga bisa terjadi, di mana beberapa orang mungkin alergi terhadap bahan tertentu dalam sampo atau kondisioner, menyebabkan iritasi kulit kepala dan ketombe.

Jarang keramas memungkinkan minyak dan sel kulit mati menumpuk di kulit kepala, memperburuk ketombe.

Stres juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang dapat memperburuk kondisi kulit kepala dan memicu ketombe.

Perubahan hormon, seperti saat pubertas, kehamilan, atau menopause, bisa memengaruhi produksi minyak di kulit kepala.

Kondisi medis tertentu seperti eksim, psoriasis, atau gangguan saraf, serta sistem kekebalan tubuh yang lemah, juga dapat meningkatkan risiko ketombe.

Faktor gaya hidup seperti pola makan tinggi gula, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurangnya hidrasi juga dapat berkontribusi pada masalah ketombe.

Solusi Efektif Mengatasi Ketombe

Penggunaan sampo antiketombe dianjurkan. Pilih sampo yang mengandung bahan aktif seperti ketoconazole, selenium sulfide, zinc pyrithione, atau tea tree oil.

Bahan-bahan ini efektif mengendalikan pertumbuhan jamur dan mengurangi pengelupasan kulit kepala.

Saat keramas, pijat lembut sampo pada kulit kepala yang basah, diamkan selama 2 sampai 5 menit agar bahan aktif meresap, lalu bilas hingga bersih.

Gunakan air bersuhu ruang atau suam-suam kuku, hindari air terlalu panas. Setelah ketombe terkendali, penggunaan dapat dikurangi menjadi satu kali seminggu untuk pencegahan.

Beberapa bahan alami juga dapat membantu. Minyak kelapa dapat melembapkan kulit kepala dan memiliki sifat antijamur. Cuka sari apel memiliki sifat antijamur dan membantu menyeimbangkan pH kulit kepala.

Lidah buaya mengandung zat antibakteri dan antijamur, serta dapat mengurangi peradangan.

Soda kue berfungsi sebagai eksfolian ringan untuk mengangkat sel kulit mati dan mengurangi minyak berlebih, serta memiliki sifat antijamur.

Tea tree oil adalah minyak esensial dengan sifat antiseptik dan antijamur. Lemon atau jeruk nipis dengan kandungan asamnya dapat membantu menyeimbangkan pH dan membersihkan kulit kepala.

Masker pisang juga dipercaya mampu melembapkan dan mencegah kulit kepala kering.

Perubahan gaya hidup juga penting. Kamu bisa mengelola stres dengan aktivitas seperti yoga, meditasi, atau olahraga.

Konsumsi makanan kaya zinc, omega-3, dan vitamin untuk mendukung kesehatan kulit kepala, serta minum air yang cukup untuk mencegah kulit kepala kering.

Selalu jaga kebersihan rambut dan kulit kepala dengan keramas secara teratur sesuai kebutuhan.

Hindari produk rambut yang mengiritasi dan pilih produk yang lembut serta sesuai dengan jenis kulit kepala kamu.

Ketombe adalah kondisi umum yang dapat diatasi dengan pemahaman yang benar dan perawatan yang tepat.

Dengan membedakan mitos dari fakta, serta mengetahui penyebab dan solusi yang efektif, kamu dapat menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut bebas ketombe.

Jika ketombe tidak kunjung membaik dengan perawatan di rumah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: kalbarprov.go.id, healthline.com, halodoc.com, mayoclinic.org, alodokter.com, maxhealthcare.in, clearhaircare.com, henryford.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update