Kamis, 01 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

5 Jenis dan 12 Solusi Efektif untuk Rambut Bercabang

✍️ Dewi 🕒 21 Sep 2026 👁️ 5x dibaca
bercabang2
bercabang2 Foto: alodokter.com

Rambut bercabang, atau trichoptilosis, adalah tanda kerusakan rambut yang umum. Artikel ini menjelaskan penyebab, lima jenis, dampak, dan 12 solusi efektif untuk merawat rambut agar sehat dan terhindar dari kerusakan lebih lanjut.

5 jenis rambut bercabang, yang secara medis dikenal sebagai trichoptilosis atau schizotrichia, merupakan kondisi umum kerusakan rambut. Kondisi ini menunjukkan rambut kering, rapuh, dan berjumbai, menandakan kerusakan pada struktur rambut. Siapa pun dapat mengalami rambut bercabang, terutama mereka dengan rambut panjang atau yang sering melakukan styling dan perawatan kimiawi. Memahami penyebab dan cara merawat rambut bercabang penting agar rambut tetap sehat dan tidak semakin rusak.

Penyebab Utama Rambut Bercabang

Penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi seperti hair dryer, catokan, dan pengeriting rambut secara berlebihan atau tanpa perlindungan memicu kerusakan lapisan pelindung rambut (kutikula).

Panas ekstrem ini menghilangkan kelembapan alami rambut, membuatnya kering, mudah patah, rapuh, dan akhirnya bercabang.

Perawatan rambut dengan bahan kimia seperti pewarnaan, pelurusan, bleaching, atau pengeritingan berulang mengikis pelindung alami rambut. Bahan kimia ini mengubah struktur dasar rambut, menghilangkan melanin, dan membuat batang rambut menjadi rapuh, mudah patah, serta rentan bercabang.

Kebiasaan menyisir yang salah, seperti menyisir rambut terlalu keras, berlebihan, atau saat masih basah, dapat menyebabkan batang rambut rusak dan ujungnya terbelah.

Rambut basah rentan rusak karena batang rambut membengkak dan renggang.

Terlalu sering keramas dapat menghilangkan minyak alami pelindung rambut, sehingga memicu rambut bercabang. Sebaliknya, jarang keramas bisa menyebabkan penumpukan kotoran yang memperparah kerusakan rambut.

Pemakaian produk perawatan rambut seperti sampo, kondisioner, atau produk styling yang mengandung sulfat dan alkohol cenderung membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya. Kondisi ini membuat rambut bercabang tak terhindarkan seiring waktu.

Rambut yang sering terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama, polusi udara, atau cuaca ekstrem akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Sinar UV dan partikel polusi dapat merusak lapisan pelindung rambut dan membuatnya kehilangan kelembapan.

Kebiasaan mengikat rambut menggunakan karet gelang yang terlalu kencang, seperti model ponytail, bun, atau kepang, dapat menyebabkan tekanan berlebih pada batang rambut dan akar rambut. Hal ini mengakibatkan kerusakan struktural dan rambut kesulitan bernapas.

Kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, zinc, atau vitamin B dapat melemahkan struktur rambut. Kondisi ini membuat rambut rapuh dan rentan bercabang.

Mengeringkan rambut dengan cara menggosoknya secara kasar dan kencang menggunakan handuk dapat menyebabkan gesekan yang menghilangkan minyak alami rambut. Gesekan ini menjadikan rambut kering, kasar, kusut, dan bercabang.

Aspek Edukasi dan Medis Rambut Bercabang

Secara medis, rambut bercabang disebut trichoptilosis atau schizotrichia. Rambut terdiri dari tiga lapisan: medula, korteks, dan kutikula. Kutikula adalah lapisan terluar yang berfungsi melindungi bagian dalam rambut. Rambut bercabang terjadi ketika kutikula rusak dan terkikis, membuat serat rambut bagian dalam (korteks) terekspos, kehilangan kelembapan, dan akhirnya terbelah.

Ada beberapa jenis rambut bercabang yang menunjukkan tingkat kerusakan berbeda. Jenis paling umum adalah rambut bercabang klasik atau standar, di mana ujung rambut terbelah menjadi dua seperti huruf

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: sunsilk.co.id, hellosehat.com, halodoc.com, tribunnews.com, cnfstore.com, klikdokter.com, alodokter.com, femaledaily.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update