Rabu, 04 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Berita
Berita

10 Jenis Masalah Rambut Rontok Berdasarkan Penyebab dan Ciri-cirinya

✍️ Dewi 🕒 06 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
pic2
pic2 Foto: pewarta-indonesia.com

Normalnya, manusia kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut yang alami.

Namun, kerontokan rambut yang melebihi jumlah ini atau disertai penipisan signifikan tanpa pertumbuhan baru dapat menjadi indikasi masalah kesehatan mendasar.

Memahami berbagai jenis kerontokan rambut berdasarkan penyebab dan ciri-cirinya penting untuk penanganan yang tepat.

1. Telogen Effluvium

Kondisi ini sering dipicu oleh stres berat, perubahan hormon mendadak, diet ketat, atau efek samping obat-obatan tertentu.

Ciri-cirinya ditandai dengan kerontokan rambut yang berlebihan dan tiba-tiba, seringkali mencapai 300 helai per hari.

Penipisan rambut biasanya terjadi secara merata di seluruh kulit kepala dan umumnya bersifat sementara, dengan rambut yang dapat tumbuh kembali setelah pemicunya diatasi.

2. Alopecia Areata

Alopecia areata merupakan penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut, menyebabkan kerontokan.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak botak berbentuk bulat atau pitak di satu atau beberapa area kulit kepala, wajah, atau bagian tubuh lainnya.

Kerontokan bisa bersifat sementara atau permanen, dan kuku juga dapat mengalami perubahan seperti kemerahan, berlekuk, atau mudah terbelah.

3. Androgenetic Alopecia

Androgenetic alopecia disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan dan pengaruh hormon androgen, khususnya dihydrotestosterone (DHT).

Pada pria, kerontokan rambut dimulai di atas pelipis dan berlanjut di sekitar bagian atas kepala, membentuk pola "M" atau "U".

Sementara itu, pada wanita, kondisi ini cenderung dimulai dengan penipisan rambut secara bertahap di sepanjang ubun-ubun kepala, tanpa garis rambut yang mundur secara signifikan.

4. Tinea Capitis

Tinea capitis adalah infeksi jamur dermatofita pada kulit kepala dan batang rambut yang membutuhkan keratin sebagai sumber makanan.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak botak berbentuk lingkaran yang terlihat kering, bersisik, dan gatal pada kulit kepala.

Rambut di area tersebut menjadi rapuh dan mudah dicabut, dan pada kasus parah, dapat menimbulkan benjolan meradang yang berpotensi menyebabkan kebotakan permanen.

5. Anagen Effluvium

Anagen effluvium adalah kerontokan rambut dalam jumlah banyak yang terjadi dengan cepat akibat pengaruh pengobatan medis tertentu, seperti kemoterapi.

Rambut akan rontok secara masif dan cepat di seluruh tubuh, termasuk kulit kepala, alis, bulu mata, dan rambut tubuh lainnya. Kondisi ini biasanya reversibel setelah pengobatan selesai.

6. Rambut Rontok Akibat Kekurangan Nutrisi

Kerontokan rambut jenis ini terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin dan mineral penting yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan rambut, seperti zat besi, zinc, serta vitamin B dan D.

Rambut menjadi rapuh, mudah patah, kering, dan menipis, dengan jumlah kerontokan yang meningkat. Kekurangan zat besi, khususnya, dapat menyebabkan rambut menipis dan kerontokan berlebihan, terutama pada wanita.

7. Rambut Rontok Akibat Perubahan Hormon (Non-Androgenetik)

Perubahan hormon yang tiba-tiba atau tidak seimbang, seperti saat kehamilan, setelah melahirkan, menopause, atau gangguan kelenjar tiroid, dapat memicu kerontokan rambut.

Penggunaan atau penghentian kontrasepsi hormonal juga bisa menjadi pemicu kondisi ini.

Rambut menjadi rapuh dan mudah rontok, namun kerontokan ini seringkali bersifat sementara, dan rambut akan tumbuh kembali dalam 6 bulan hingga 1 tahun, terutama setelah melahirkan.

8. Rambut Rontok Akibat Stres (Psikologis)

Stres fisik atau psikologis yang berat dan berkepanjangan dapat memicu kerontokan rambut dengan membuat folikel rambut memasuki fase istirahat lebih cepat.

Peningkatan jumlah rambut rontok yang signifikan seringkali terlihat di sisir, bantal, atau saat keramas, dan rambut bisa terlihat lebih tipis secara merata di seluruh kepala.

Kerontokan ini biasanya tidak muncul tepat saat stres terjadi, melainkan beberapa minggu atau bulan setelahnya, dan umumnya reversibel setelah stres teratasi.

9. Traction Alopecia

Traction alopecia disebabkan oleh gaya rambut yang menarik rambut terlalu kencang secara terus-menerus, seperti kepang ketat, kuncir kuda yang erat, atau hair extension.

Kerontokan rambut terjadi di area yang sering tertarik, seperti di sekitar garis rambut (pelipis dan dahi).

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan folikel rambut dan kebotakan permanen jika tarikan terus-menerus.

10. Rambut Rontok Akibat Obat-obatan

Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat menyebabkan kerontokan rambut, termasuk obat penekan sistem imun, obat asam urat, obat tekanan darah tinggi, atau obat antidepresan.

Kerontokan rambut dapat terjadi secara tiba-tiba atau bertahap, tergantung pada jenis obat dan respons individu. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika kamu menduga obat-obatan adalah penyebab kerontokan rambutmu.

Mengenali penyebab dan ciri-ciri rambut rontok adalah langkah awal yang krusial untuk penanganan yang efektif.

Jika kamu mengalami kerontokan rambut yang tidak biasa, berlebihan, atau disertai gejala lain seperti gatal, nyeri, atau perubahan pada kulit kepala dan kuku, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Diagnosis yang akurat akan membantu menentukan terapi yang tepat untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala kamu.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, mandayahospitalgroup.com, hellosehat.com, cnnindonesia.com, halodoc.com, siloamhospitals.com, ai-care.id, dove.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update